Tanda dan Penyebab Bayi Marah

 


Kemarahan ialah emosi normal manusia yang dapat juga dirasakan bayi. Untuk beberapa bayi, duduk di carseat atau jauh dari mainan favoritnya bukan permasalahan besar. Tetapi buat bayi yang lain, itu dapat jadi musibah serta membuat mengamuk!


Bagaimana reaksi bayi benar-benar bergantung pada pribadinya. Tetapi bagaimana juga watak bayi, waktu mereka sangat frustrasi, mereka tentu meluapkan amarahnya dengan menangis.


Bila bayi mama sering menangis sampai mengamuk, sebaiknya Mama selekasnya cari tahu serta menolong menanganinya. Dapatkan cara-caranya lewat penjelasan di bawah ini!


Belajar membaca pertanda kemarahan pada bayi akan menolong Mama mengatur serta menentramkan keadaan sebelum jadi berlebihan. Berikut beberapa sinyal umum yang kemungkinan menyaratkan bayi sedang geram:


Buat mama baru, kemungkinan momen bayi menangis sering membuat bingung serta menimbulkan banyak bertanya: Apakah yang berlangsung padanya? Apa ia lapar? Apa yang perlu saya kerjakan? Apa saya melakukan perbuatan salah?


Coba kerjakan ‘investigasi' kecil pada sang Bayi untuk cari tahu penyebab (pemicu) tangisnya, Ma. Tiap bayi menangis, buat catatan dalam pemikiran mama apakah yang sedang dia kerjakan sekejap sebelum ledakan tangisnya berlangsung.


Nilai tingkat kemarahannya pada rasio 1-10. Lalu mencari skema tangisannya serta apakah yang membuat selanjutnya terdiam. Dari sana Mama akan belajar pemicu bayi menangis serta langkah menanganinya.


Jangan sampai acuhkan tangisan atau kemarahan bayi, Ma. Bila tidak ditangani selekasnya, bayi akan terlatih berperilaku agresif, seperti melampiaskan amarah dengan menyakiti diri kita, benda di sekelilingnya, atau Mama.


Serta, jangan membentak bayi saat dia menangis serta agresif. Dia lakukan itu sebab dia belum belajar langkah yang lebih bagus untuk berperilaku.


Dengan Mama memberi respon tangisannya, bayi akan berasa Mama berempati serta pahami perasaannya. Mama dapat juga menolong bayi mengalirkan emosinya lebih baik serta anak juga bertambah lebih sehat dengan cara emosional.


Pada umumnya bayi menangis sebab dia berasa tidak nyaman dengan cara fisik dan emosional. Di bawah ini banyak hal yang seringkali mengakibatkan bayi geram serta menangis:


1. Sinyal jemu


Sebelum geram, apa bayi menggosoki matanya? Apa dia menguap atau bertindak hiperaktif seperti memperlihatkan kontrol fisik yang kurang dari umumnya? Peluang mereka cuma jemu serta capek, Ma.


Mama dapat membawanya ke tempat tidur serta ajaknya tidur siang. Bila itu bukan saatnya tidur siang, baringkan saja badannya di kasur serta nyalakan musik lembut supaya dia dapat santai sesaat. Upayakan Mama temaninya, beri pelukan atau katakan satu cerita buatnya.


2. Sinyal lapar


Bayi mama kemungkinan peka pada gula darah rendah hingga beresiko gampang geram bila perutnya kosong.


Ritual Dabba Ae di Sabu Raijua Saat Sabung Ayam Jadi Wujud Perdamaian Susui bayi. Disamping itu, juga bisa beri cemilan buah atau biskuit tinggi karbohidrat dan protein yang akan memberi pelepasan energi semakin lama serta lebih lamban dibanding makanan berkarbohidrat tinggi atau bergula yang dimetabolisme bertambah cepat hingga bisa mengakibatkan pengurangan gula darah kembali lagi.


Bila sudah saatnya untuk makan, selekasnya sediakan makanannya, Ma!


3. Sinyal overstimulasi


Apa sebelum geram bayi terlihat resah, gampang tersinggung, atau melamun? Atau waktu itu bayi ada di lingkungan yang ramai, bising, atau begitu jelas? Umumnya ini berlangsung sebab kenyamanan bayi terusik.


Membantu bayi destimulasi dengan tawarkan ruangan yang tenang, sejuk, serta tidak jelas supaya dia dapat melepas kemarahannya. Menawarkan permainan yang dapat mengubah perhatiannya seperti boneka, melihat TV, atau mandi air hangat bila sangat mungkin.


Ini sering berlangsung pada beberapa anak yang benar-benar peka, atau ada pada spektrum autisme. Kemungkinan buat Mama lingkungan tempat kalian ada waktu itu tidak mengganggu, tetapi buat sang Bayi ini memberatkan skema mereka.


4. Berasa tidak tersambung


Sebelum bayi jengkel, apa Mama sedang geram-marah, entahlah pada bayi atau orang yang lain selanjutnya dilihat bayi? Peluang bayi menangis sebab menganggap tidak tersambung dengan Mama.


Redakan amarah mama, serta semasa beberapa saat ke depan coba untuk habiskan semakin banyak waktu dengan bayi. Peluk serta cium bayi dengan hangat supaya dia berasa di cintai. Ingat, Ma, bayi dapat juga merasai apakah yang Mama rasakan.


5. Sinyal frustrasi


Umumnya ini berlangsung pada bayi yang semakin besar (12-18 bulan) di waktu dia tidak memperoleh apakah yang diharapkannya. Contohnya, tidak bisa ambil mainannya sebab ‘terjebak' di baby chair. Juga bisa saat bayi sedang belajar berjalan sekalian memegangi pagar, bangku, pinggir meja, atau apa saja yang berada di dekatnya. Sebab takut mereka jatuh, Mama membantunya. Ini malah dapat membuat mereka jengkel, lho, Ma! Mereka akan geram sebab memandang Mama begitu defensif serta menghalangi dia capai apakah yang diharapkannya.


Kemarahan seperti ini seringkali dikatakan sebagai "temper tantrum" classic. Pada intinya, anak alami kesusahan menangani kekesalan mereka.


Fakta kemarahan ini semestinya gampang diketahui Mama sebab di umur ini anak bisa bicara walau belum lancar. Tanyakanlah apakah yang diharapkannya, serta menerangkan jika dia tak perlu menangis sebab dia dapat menjelaskan pada Mama apakah yang diharapkannya, seperti "Adik langsung panggil Mama saja, katakan ingin apa… Sayang, kan, wajahnya jadi buruk jika menangis…"


Postingan populer dari blog ini

I invested 3 years in a paedophile searching group - here is exactly just what I discovered

Bayi Menolak untuk Menyusu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penanganan Pertama dan Pengobatan untuk BAB Bayi Berlendir